digital & e-community Remaja Paroki Ibu Teresa Cikarang

Cara Berkomunikasi

Saat berkomunikasi maupun bernegosiasi, setiap orang tua punya gaya berbeda. Ada yang hard bargainer, collaborator, conflict avoider, dan acoomodator. Teori ini muncul dilatarbelakangi pengamatan secara langsung oleh ahli atas perilaku orang tua terhadap anak-anaknya. Ada yang keras, selalu mendengarkan dan bekerja sama, senang menghindari konflik, atau malah selalu mengikuti kemauan anak. Sebenarnya, setiap gaya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjelasannya.

Hard Bargainer

  • Ciri-ciri:
    • Bertipe keras. Jika memiliki pendapat dan keinginan, ia akan mempertahankan sekuat tenaga.
    • Memaksakan kehendak karena semua aturan di rumah harus ia yang buat.
    • Merasa jika pendapatnyalah yang paling benar, paling bias mengatur.
    • Sulit mendengarkan pendapat orang lain apalagi dari anak. Kalaupun mau mendengarkan, ia akan meminta alasan yang kuat dari anak.
    • Senang mengancam dan memberi hukuman.
  • Sisi Positif:
    • Keputusan, baik itu instruksi atau aturan dapat dibuat dengan cepat, tegas, dan efektif.
    • Aturan-aturan di rumah dapat ditegakkan dengan baik.
    • Dapat memicu anak untuk melatih pola berpikirnya. Seperti meminta alasan kenapa ia berbuat sesuatu, anak akan berpikir keras untuk mengungkapkan pendapatnya mengingat orang tuanya sulit diyakinkan. Jika ia terbiasa berpikir mencari alasan-alasan logis, maka ia akan terbiasa untuk kreatif berpikir. Kelak ketika bernegosiasi, anak bias menjadi negosiator handal karena ia terlatih untuk mempertahankan pendapatnya dengan alasan-alasan logis.
  • Sisi Negatif:
    • Anak kerap tak memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat sehingga kreativitasnya terpasung.
    • Anak merasa terkekang yang bias memupuk sifat membangkang, juga merasa tertekan karena apa yang dikatakan orang tuanya harus dipatuhi. Apalagi jika si anak menurunkan sifat orang tuanya yang hard bargainer, pasti akan sering terjadi pertengkaran, karena orang tua ingin pendapatnya dituruti sementara anak sulit diatur. Keributan-keributan yang tak tertangani dengan baik akan membuat hubungan orang tua dan anak menjadi tidak harmonis.

Collaborator

  • Ciri-ciri:
    • Menekankan kerja sama. Ketika ada tujuan yang ingin dicapai, orang tua mengajak anak berkumpul untuk mencapai tujuan secara bersama-sama. Ketika mereka akan pergi liburan, anak diajak duduk bareng untuk berembuk tempat mana yang paling pas untuk menjadi tujuan, sehingga kemudian diputuskan mana yang terbaik. Prinsipnya, rembuk dulu, putuskan kemudian.
    • Bersikap terbuka dengan permasalahan yang ada. Ketika memutuskan sesuatu, mereka selalu mempertimbangkan keinginan anak.Lalu, ketika terjadi perdebatan, orang tua tetap focus pada kepentingan dan tujuannya.
  • Sisi Positif:
    • Anak bisa menjadi sosok yang terbuka dan hangat terhadap permasalahan yang mereka hadapi, sehingga komunikasi orang tua dengan anak dapat terjalin baik.
    • Relasi dengan anak dapat terjaga.
    • Anak merasa didengarkan pendapatnya.
  • Sisi Negatif:
    • Anak bisa lepas kendali, utamanya bila pengawasan orang tua kurang ketat. Ingat, tidak perlu dalam semua hal anak boleh diajak bekerja sama. Ada saat dimana orang tua mutlak harus mempertahankan pendiriannya. Ketika anak gemar bermain internet, orang tua wajib memberikan aturan-aturan yang tegas mengenai situs-situs apa saja yang tidak bolehdikunjungi. Selebihnya, aturan seperti kapan anak boleh berinternet bias disepakati bersama.
    • Tipe ini juga memerlukan energi dan waktu yang besar, karena segala hal harus didiskusikan bersama.
    • Keputusan yang diambil cenderung lambat dan terkesan tidak tegas.

Conflict Avoider

  • Ciri-ciri:
    • Selalu menghindari terjadinya konflik dengan anak. Jika anak melakukan kesalahan atau sesuatu yang tidak baik, orang tua tak mau menegur dan menasihati karena orang tua tak ingin anaknya marah, melawan, atau menangis sehingga muncul konflik.
    • Cuek.
    • Tidak terlalu banyak bicara atau menegur.
    • Tidak banyak aturan.
    • Tidak membatasi, tetapi membebaskan apa saja yang dilakukan anak (permisif).
  • Sisi Positif:
    • Anak bebas berkreasi dan bereksperimen, sehingga bias menjadikan anak kreatif.
    • Relasi orang tua dan anak terjaga dengan baik (harmonis).
  • Sisi Negatif:
    • Anak tidak tahu aturan sehingga bias lepas kendali. Bisa saja kelak ia menjadi anak yang liar dan sulit diatur karena terbiasa bebas melakukan apa saja.
    • Anak tidak belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.
    • Anak tidak tahu mana yang baik dan buruk, benar dan salah, dan sebagainya.
    • Anak menjadi pribadi egois dan mau menang sendiri.

Accomodator

  • Ciri-ciri:
    • Selalu ingin menyesuaikan, mengabulkan, atau mengakomodasi keinginan anak. Ketika anak ingin dibelikan mobil-mobilan, boneka, sepeda, atau ponsel, orang tua selalu mengabulkannya.
    • Menganggap jalinan relasi lebih penting dari masalah itu sendiri.
    • Memberi kebebasan buat anak untuk berkomunikasi, bereksplorasi, dan bereksperimen.
    • Tidak banyak aturan dan disiplin, karena dianggap akan mengekang kreativitas.
    • Fleksibel
    • Sama halnya dengan conflict avoider, cenderung anti-konflik demi kebersamaan/menjaga relasi dengan anak.
    • Tidak mau anaknya merasa bersalah/tersakiti.
    • Easy going, apapun karakter anak yang ia hadapi berusaha disesuasikan dengan dirinya. Tidak terlalu dipikirkan karena ia lebih terfokus kepada kesenangan dan relasi orang lain dari pada dirinya.
  • Sisi Positif:
    • Anak merasa didengarkan.
    • Kreativitas anak tergali dengan optimal.
    • Anak berani mengemukakan pendapat.
    • Relasi orang tua dan anak terjaga dengan baik.
  • Sisi Negatif:
    • Menjadikan anak “liar”, karena keinginannya selalu dikabulkan.
    • Anak tidak disiplin dan tidak tahu aturan.
    • ATidak terampil bernegosiasi, karena pendapatnya selalu disetujui tanpa pernah dibantah, alias tidak terampil mengemukakan argumentasi.

By: Kak Dian

Dikutip dari (IrfanHasuki/Narasumber: Muhammad Rizal, Psi., LPT UI/Tabloid Nakita)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: