digital & e-community Remaja Paroki Ibu Teresa Cikarang

Apa Itu Typhus?

Kebiasaan makan, kebiasaan jajan, dan lingkungan yang kurang bersih serta kondisi fisik dan daya tahan tubuh, yang kurang baik dapat menyebabkan seseorang menderita tifus (demam tifoid) atau typhus abdominalis, yakni penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi yang menyerang saluran cerna.

Kuman Salmonella typhi masuk ke dalam lambung melalui makanan atau minuman yang tercemar, baik melalui tangan atau alat masak yang kurang bersih. Bila tidak mati oleh asam lambung, kuman akan masuk ke dalam usus kecil. Dalam dinding usus halus terdapat kelenjar plaque peyeri yang merupakan tempat masuknya kuman salmonella ke dalam darah. Lama-kelamaan luka kelenjar tersebut membesar dan pecah, sehingga menimbulkan perdarahan. Akibatnya, infeksi akan menyebar ke seluruh organ tubuh, terutama hati dan limpa, sehingga membengkak dan nyeri.

Setelah kuman masuk ke dalam tubuh, terjadi masa inkubasi sekitar 10 – 14 hari. Masa inkubasi ini akan lebih cepat terjadi bila kuman tersebut masuk melalui makanan atau bila kuman yang masuk sangat banyak. Kemudian, timbullah gejala yang diawali dengan rasa tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, dan tidak nafsu makan.

Kalau kuman sudah masuk ke dalam darah, terjadilah demam. Pada awal di minggu pertama, demam akan naik turun, kemudian pada minggu berikutnya terus meninggi, dan pada saat demam tinggi penderita sering mengigau . Tipe demam pada penderita typhus biasanya khas dimana demam tinggi mulai timbul menjelang sore hari dan bisa mencapai 400C. Gejala demam akan diikuti oleh muntah, nyeri perut, kembung, dan diare atau sembelit. Kelainan metabolik dapat menyebabkan penderita tidak sadar dan kejang.

Pada keadaan lanjut dapat timbul komplikasi, seperti: robeknya dinding usus halus (perforasi), penyebaran infeksi ke dalam rongga perut, buang air besar berdarah, atau kesadaran semakin menurun, sehingga menyebabkan kematian. Kuman dapat menyebar pula ke dalam paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru (pneumonia).

Gimana Pencegahan Typhus?

Demam tifoid dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan pribadi dan lingkungan lewat kebiasaan sehari-hari.

Caranya: mengurangi jajan, merebus air minum sampai mendidih selama 10-15 menit, mencuci dan mengolah bahan makanan dengan baik, rnencuci tangan sebelum memasak atau makan, membakar atau membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuat jamban keluarga dekat dengan sumber air minum.

Pencegahan lain adalah dengan imunisasi (imunisasi untuk mencegah penyakit tifus dan paratifus), yang bisa memberikan kekebalan secara aktif selama kira-kira 3 bulan. Imunisasi sangat disarankan terutama bila kita bertempat tinggal di lingkungan endemik typhus.

Apakah Typhus Bisa Disembuhkan?

Bila tampak gejala-gejala di atas dan demam cenderung tidak turun selama 3 hari, sebaiknya konsultasikanlah ke dokter.

Bila mendapat pengobatan yang benar dan penderita minum obat secara tepat disertai dengan istirahat cukup, typhus dapat disembuhkan.

Namun perlu diketahui beberapa penderita dapat menjadi “CARRIER” yaitu dalam kotorannya (feses) mengandung bakteri Salmonella typhi setelah 1 tahun pasca demam tifoid, tanpa adanya gejala klinis.

By: Kak Seber

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: