digital & e-community Remaja Paroki Ibu Teresa Cikarang

Sering Minum Obat dengan Selain Air Putih? Bolehkah?


Kebiasaan ini ternyata harus kita hentikan karena minum obat dengan minuman lain selain air putih ternyata bisa menyebabkan adanya interaksi obat atau perubahan efek obat.
Minuman memang penting bagi tubuh kita. Tapi ada beberapa jenis minuman yang justru bisa menimbulkan reaksi merugikan jika digabungkan dengan obat. Berikut ini ada beberapa jenis minuman yang sebaiknya dihindari saat akan minum obat.

Produk susu

Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat mengganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium ini.

Jus Grapefruit (anggur)

Jus ini dapat mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 macam obat, termasuk statin (obat penurun kolesterol) dan obat untuk tekanan darah tinggi. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu, serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan

Jus Delima

Enzim yang ditemukan dalam jus ini dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresi bisa menyebabkan penurunan efektivitas obat.

Kafein (termasuk kopi, teh hijau dan minuman berenergi)

Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (obat flu), obat asma. Beri jarak 2 – 3 jam setelah minum obat, baru minum kopi. Sedangkan teh hijau mengandung sedikit vitamin K, yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan, seperti kumarin atau wafarin (pencegah pembekuan darah)

Minuman Isotonik

Minuman ini mengandung kalium, yang berbahaya jika digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat hipertensi

Anggur atau wine

Meneguk segelas anggur saat minum obat antidepresi bisa menyebabkan hipertensi (darah tinggi), sakit kepala, detak jantung cepat dan stroke. Hal ini juga berlaku pada minuman berenergi.

Dikutip dari Ikatan Apoteker Indonesia (www.ikatanapotekerindonesia.net)

By: Kak Seber

Pengantar

Dibaptis menjadi pengikut Kristus apa artinya di zaman sekarang? Dan untuk apa sih?

Inspirasi Kitab Suci dari Luk 3 :15 – 16.21 – 22

Kisah Yesus dibaptisan merupakan peristiwa bermakna apabila dibaca dengan latar belakang Kehidupan umat PL Yes 40 dan kehidupan orang Kristen awal Titus 2. Pengalaman pembuangan Babel membuat umat Israel menyadari betapa terpuruknya negeri mereka tanpa bisa berbuat banyak. Namun demikian pengalaman tersebut juga berhikmah yaitu memurnikan kepercayaan mereka, terutama muncul kesadaran bahwa Tuhan yang dulu memerdekakan mereka dari Mesir kini juga memimpin mereka keluar dari kesesakan batin. OKI dalam Yes 40 firman Tuhan menitahkan kekuatan-kekuatan ilahi untuk menghibur umat, membesarkan hati umat yang merasa terhukum itu dan menolong mereka sehingga dapat mulai meniti jalan ke kemerdekaan batin dan mengenali kembali betapa Tuhan masih tetap dekat. Muncul gambaran Tuhan adalah gembala yang penuh perhatian dan menyayangi umatNya. Bacaan Yes 40 ini ingin mengajak orang agar mengambil haluan baru. Biasanya orang bertanya mampukah aku? Orang itu pasti mampu karena kekuatan-kekuatan ilahi sendiri menyertai mereka.

Lalu apa artinya pembaptisan Yesus. Menurut Injil Markus dalam peristiwa pembaptisan itu diperkenalkan siapa Yesus itu kepada umat manusia. Dalam diri Yesus, hadir kekuatan-kekuatan surgawi. Penginjil Matius menambah percakapan Yesus dan Yohanes Pembaptis mengenai siapa yang perlu dibaptis atau siapa yang lebih hebat? Yesus menjawab Ia dibaptis untuk menggenapi kehendak Allah. Lain lagi dengan penginjil Lukas hendak mengatakan bahwa baptisan Yesus berbeda dengan semua orang lain yang telah menerima baptisan Yohanes. Peristiwa baptisan Yesus berbeda dengan kedatangan Roh Kudus dan terdengarnya sabda Ilahi. Dan Lukas menyebutkan bahwa Yesus sedang berdoa ketika langit

Generasi selanjutnya melihat Baptisan Yesus sebagai ungkapan rasa sepenanggungan dengan orang-orang yang hati nuraninya tersentuh oleh ajakan Yohanes Pembaptis. Lebih tajam lagi dapat dikatakan orang mulai paham bahwa kini Tuhan sendiri datang menyertai umatNya dengan kekuatan-kekuatanNya seperti diserukan dalam Yes 40 : 1 – 5 tadi.

Konteks kisah baptisan Yesus ini adalah ajakan Yoh Pembaptis kepada orang banyak untuk bertobat, untuk berganti haluan hidup, sehingga mendapat penghapusan dosa artinya memperoleh kembali kemerdekaan matin yang membuat orang bisa berbesar hati. Peristiwa pembaptisan Yesus ini memperlihatkan datangnya kekuatan-kekuatan ilahi bersama sang Putera terkasih untuk menyertai perjalanan umat yang menyatakan kesediaan untuk berganti haluan tersebut.

Kita Dibaptis agar Menjadi Putera-Puteri Allah yang Hidup dalam Kemerdekaan Batin

Dibaptis menjadi pengikut Kristus apa artinya di jaman sekarang? Dan untuk apa sih? Air membersihkan hanya bagian luar, air bukan menandai dan bukan mengubah seluruhnya. Sedangkan api memurnikan luar dalam dan dapat mengubah secara utuh. Baptisan dengan Roh berarti baptisan yang memberi kekuatan untuk menempuh hidup baru yang diniatkan orang dipermandikan. Nanti Yesus juga membaptis orang seperti Yohanes (Yoh 3 : 22 – 23). Demikian juga para murid ketika masih ada bersama Yesus membaptis orang menurut baptisan Yohanes pula. Baru setelah peristiwa kebangkitan baptisan dikalangan pengikut Yesus menjadi lebih khas tercermin dalam ajakan agar para murid membaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus (Mat 28 : 19). Dalam tradisi Kisah Para Rasul baptisan dijalankan dalam nama Yesus. Karena Yesus sudah tidak ada lagi bersama mereka secara fisik, maka baptisan ini disebut baptisan dalam Rohnya yakni Roh Kudus ( Kis 1 : 5 ; 11 : 16) yang membawakan hidup. Berarti ikut serta dalam penderitaan dan kebangkitan Yesus. Paulus menegaskan dalam surat kepada Titus 3 : 5 bahwa dibaptis berarti lahir kembali mendapat pembaruan hidup dalam Kristus. Pembaruan Hidup dalam Kristus = hidup merdeka sebagai anak-anak Allah..

Mengubah Keburukan menjadi Kebaikan

Suatu kali seorang Ibu memperlihatkan kepada Ruskin sebuah sapu tangan yang mahal yang telah ternoda satu tetes tinta.” Sayang sekali! Sapu tangan ini sekarang tidak berguna. Ia sudah ternoda,” gerutunya. Tanpa bicara sepatah kata pun, Ruskin meminta wanita itu meminjamkan sapu tangan itu kepadanya selama sehari. Keesokan harinya dia mengembalikannya tanpa sepatah katapun, dan ibu itu sangat senang, melihat bahwa dengan memakai noda itu sebagai awal, artis Ruskin telah membuat berbagai hiasan secara mempesona di setiap sudut sapu tangan itu. Sekarang sapu tangan itu bernilai lebih dari harga sebelumnya (Bruno Hagspiel)

Seandainya tidak bisa berubah keburukan itu kita tetap bersyukur karena kita dimampukan oleh kekuatan ilahi untuk menerimanya. “Tuhan berilah saya kedamaian untuk menerima hal-hal yang tidak bisa saya ubah, Keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa saya ubah dan berilah kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya” (Christopher notes)

By: Rm. Samuel

Pengantar

Kebanyakan orang baru bisa melihat bahwa orang lain juga sama seperti mereka setelah sebelumnya mengalami banyak kepahitan??? Benarkah? Waktu banjir tahun 2002, seorang dermawan sadar betapa menderitanya orang miskin yg kebanjiran di bandingkan dirinya yang sedang bermenung di atas meja di dalam rumahnya yang mewah karena juga kebanjiran! Marilah kita belajar dari pengalaman hidup kita dan pengalaman orang lain seperti bangsa Israel ketika sesudah pembuangan Babel.

Mari kita juga belajar tentang pengalaman doa. Sering dalam doa kita merasa semuanya penting dan mendesak serta menjadi gelisah karena merasa tak ada jawaban? Nanti Kita belajar dari Maria.

Inspirasi Kitab Suci : Yoh 2 : 1 – 11

perkawinan-di-kanaInjil Yoh 2 : 1 – 11 bersama dengan bacaan Yes 62: 1 -5 dan 1 Kor 12 : 4 – 11 mengajak orang melihat bahwa kesatuan muncul dari kegembiraan iman menyaksikan Tuhan berkenan hadir di tengah-tengah manusia dalam macam-macam karunia yang diberikanNya demi kesejahteraan bersama. Yes 62 : 1 – 5 ditulis dengan latar belakang pembangunan kembali kota Yerusalem yang berdasarkan keyakinan bahwa Tuhan kini sudi berdiam kembali di gunung Sion, di Yerusalem, seperti seseorang menyayangi mempelai yang dikasihiNya. Bacaan tersebut menggairahkan kembali semangat orang. Yang perlu dihidupkan adalah reruntuhan batin mereka, baru menghidupkan kembali tempat ibadat di kota suci itu. Suasana murung beralih menjadi kegembiraan pesta pernikahan karena umat merasa tidak ditinggalkan lagi.

Kegembiraan tetamu berlanjut karena ada anggur yang lebih baik daripada yang bisa dihidangkan. Dengan demikian makin banyak orang dapat ikut serta bergembira. Maksud dari kata tanda disini adalah kemeriahan pesta berlangsung terus karena kehadiran Yesus. KEHADIRAN Yesus yang membuat orang merasa tak kurang suatu apapun. Itulah tanda yang pertama yang dilakukan Yesus bagi orang banyak. Kegembiraan semakin bertambah besar dan yang tak terputus itulah yang membuat murid-murid percaya kepada Yesus. Percaya karena Ia patut diikuti, memperhatikan orang, dan membuat orang makin mengenali kebaikan Tuhan. Bukan percaya karena peristiwa menakjubkan air menjadi anggur.

Tuhan yang dulu membuat orang gemetar kini HADIR sebagai mempelai yang lemah lembut dan penuh perhatian . Itulah yang membuat bangsa-bangsa yang menyaksikan hal tersebut ikut bergembira. Karena telah terjadi perubahan paradigm: Teologi “penakhlukan” yang usang berubah menjadi teologi yang penuh perhatian “membangun ruang hidup bersama”, baik di dalam umat maupun dengan orang-orang lain. Warta Tuhan semacam ini bisa diwartakan kepada orang-orang beragama lain untuk berdialog dan berlaku dimana-mana karena menyentuh keinginan paling mendasar untuk hidup damai dengan orang lain dan tidak merasa terancam dengan kehadiran orang lain. Kehadiran yang lain itu “memperkaya” bukan “merebut kekayaan”. Mereka mengalami banyak kepahitan sebelum bisa melihat bahwa orang lain juga sama seperti mereka.

Kita belajar dari Maria belajar bersabar dan menghormati bahwa Tuhan mempunyai perhitungannya sendiri. Sambil bersabar menanti Tuhan bertindak, Maria mempersiapkan jalan Tuhan yaitu Ia menyuruh orang melakukan apa yang akan dikatakan Yesus alias pelaku Firman. Dapat dikatakan bahwa Maria mengantar kedatangan Yesusu sang Penghadir Tuhan kepada orang banyak dan mempertemukan mereka dengan Tuhan sendiri. Seperti bunda Maria kita percaya bahwa kehadiran Yesus itu pasti memberi sesuatu

Mengembangkan Sikap Iman dengan dasar “ Membangun Ruang Hidup bersama

Sikap iman yang dianjurkan untuk dikembangkan adalah bukan berdasarkan mukjizat yang spektakuler air berubah menjadi anggur belaka seperti umat Perjanjian Lama, melainkan berdasarkan pada “membangun ruang hidup bersama” yang memungkinkan hidup damai. Mukjizat itu tidak akan banyak artinya bila tidak membuat orang–orang yang hadir bisa terus bergembira. Sedangkan kalau membuat orang lain bergembira atau “bagi kepentingan bersama” (I Kor 12 : 7), pasti dapat mengajak orang menghargai perbedaan dan membuat orang peka akan cara-cara Tuhan hadir ditengah umat manusia. Akhirnya kedamaianlah yang tercipta di bumi ini.

By: Rm. Samuel

Masih Bisa Tinggikah Aku?

“Gimana ya biar aku lebih tinggi?” “Masih bisa ga ya tinggi badanku bertambah?” Komentar-komentar ini mungkin sering terlontar dari kamu.. Bukan hanya berat badan (BB) yang menjadi perhatian para remaja, tetapi juga masalah tinggi badan (TB). Ya, untuk mencapai porsi badan ideal, BB dan TB tentulah berperan.

Nah, sebelum kamu pusing dengan masalah tinggi badan, coba kamu hitung dulu dengan rumusan di bawah ini untuk memperkirakan apakah tinggi kamu sudah masuk kisaran normal atau belum.

Anak laki-laki = Untitled-1

Untuk batas minimal : dikurangi 8.5 cm

Untuk batas maksimal : ditambah 8.5 cm

Anak perempuan = Untitled-2

Untuk batas minimal : dikurangi 8.5 cm

Untuk batas maksimal : ditambah 8.5 cm

Untuk anak perempuan, umumnya tinggi badan tumbuh lebih cepat dibandingkan anak laki-laki, namun pada usia 17-18 tahun umumnya anak perempuan sudah tidak tumbuh lagi, sedangkan anak laki-laki bisa mencapai usia 21 tahun.

Namun juga harus diingat bahwa genetic bukanlah satu-satunya faktor yang memperkirakan tinggi badan. Banyak faktor lain yang juga mempengaruhi tinggi badan kita, yaitu:
A. Kecukupan Gizi.
Pastikan kita mendapat cukup protein, lemak, vitamin (seperti vitamin A dan D) dan mineral (seperti zatbesi, kalsium, seng dan yodium) karena sangat mempengaruhi peninggian badan

B. Hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan tulang
Hormon tiroid dibutuhkan dalam melancarkan proses metabolisme tubuh. Hormon seks, yang terdiri dari hormon estrogen, progesteron, dan androgen, bertugas dalam proses pematangan seksual.

C. Dukungan lingkungan
Kurangnya kasih sayang, dan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi nafsu makan dan kebutuhan kesehatan, sehingga proses peninggian badan pun terhambat.

Setelah kamu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tinggi badan, nah ada beberapa aktivitas yang dapat kamu lakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tinggi badanmu, misalnya:

1. Stretching: gerakan meregangkan badan, sehingga tulang-tulang punggung tertarik memanjang. Gerakan ini jika dilakukan secara rutin dan intensif akan membantu merangsang penambahan panjang tulang-tulang punggung

2. Hanging: bergantung dengan kedua tangan. Gerakan ini merangsang pemanjangan tulang-tulang punggung.

3. Kicking: menendang-nendangkankan kaki. Gerakan ini merangsang pertumbuhan tulang kaki sehingga memanjang secara optimal

4. Bersepeda: bersepeda dapat merangsang pertambahan panjang kaki. Menapak pedal secara rata, tidak jinjit, punggung tegap, tidak membungkuk. Bersepeda setiap hari dalam jarak yang cukupjauh, dapat membantu merangsang pertambahan panjang kaki.

5. Berenang: saat berenang, seluruh badan mengalami peregangan dari badan sampai ujung kaki. Di sampingitu, gerakan renang hamper melibatkan semua otot-otot tubuh.

6. Olahraga basket atau voli sangat baik merangsang pertumbuhan badan, karena tubuh sering melakukan loncatan ke atas. Loncatan melawan gravitasi menimbulkan peregangan pada seluruh tubuh.

Dari uraian di atas bisa kita simpulkan cara menambah tinggi badan secara alami, yaitu:

  • Perbanyak olahraga di pagi hari : jogging, senam, voli, terutama basket dan renang.
  • Istirahat cukup, tidur 7-8 jam sehari secara teratur, dan bangun pagi.
  • Cukupi gizi dengan konsumsi nutrisi dan vitamin, banyak minum susu berkalsium tinggi
    Dan zat besi.
  • Makan teratur dan hindari stress

Semoga dapat membantu, ya…………(Sumber : Meetdoctor.com)

By: Kak Seber

Ketika anak melakukan kesalahan, Anda mengingatkannya untuk menuruti peraturan yang berlaku dalam rumah tangga. Ketika anak melakukan kesalahan yang sama, Anda mulai menaikkan peringatan dengan menghukum. Saat terjadi ketiga kalinya, Anda merasa perlu menaikkan hukuman dengan memukul anak. Maka, dimulailah awan gelap kehidupan anak.

Kesalahan cara penghukuman yang dilakukan orangtua sebenarnya berasal dari beberapa hal. Selain karena inkonsisten pola pendidikan, kesalahan membuat peraturan, hingga ketidaksetujuan salah satu orangtua pada pemberian hukuman. (lihat artikel, Cara Salah dalam Mendisplinkan Anak).

Kesalahan Anda akan menjadi berlipat dan membuat masa depan anak terancam, manakala dengan dalih penegakkan peraturan, Anda menerapkan pukulan sebagai cara efektif membuat anak jera. Padahal, jangankan menerima pukulan, melihat proses pemukulan saja dapat berpengaruh pada anak.

Anda mungkin tidak akan membayangkan bahwa Adolf Hitler, Sang Fuhrer, memiliki pengalaman kekerasan dalam rumah tangga sejak usia tujuh tahun. Dimulai dari ketatnya kedisiplinan sang Ayah pada keluarga, hukuman bagi kakaknya yang berakibat lari dari rumah, hingga hukuman yang sering diterimanya karena kakaknya sudah tidak ada.

Secara psikologis, anak yang melihat ataupun mengalami pemukulan bisa mengalami shock dan ketakutan, terutama bila terjadi pada balita. Efek traumatis, cenderung pendiam, sering marah, hingga menangis, dan dapat muncul sebagai akibat. Hebatnya lagi, ketika hal tersebut berdampak pada prestasi belajarnya di sekolah, Anda kembali menghukumnya untuk memberi efek jera “mendapat nilai jelek di kelas”.

Dengan kekerasan yang seringkali terjadi, sifat anak bisa menjadi general. Artinya, bukan hanya dengan saat mendapat perlakuan orangtuanya saja, tetapi juga ketika anak melihat peristiwa yang sama pada orang lain. Akibat ketidaksetujuannya yang terpendam, anak bahkan bisa meluapkan amarah pada orang yang tidak dikenalnya. Contoh Hitler adalah contoh menarik dengan kesukaannya pada Pastor dan Biarawan, dan di sisi lain cerita penyaliban Yesus yang dilakukan orang Yahudi. Buahnya adalah penghakiman sadis bangsa Yahudi di masa PD II, dengan dalih tidak disiplinnya para tahanan.

Oleh karenanya, anak yang mengalami sikap dan perlakuan seperti itu perlu mendapat pendekatan khusus. Disamping menghentikan tindakan kekerasan dan menghindari perlakuan tersebut terulang kembali, konseling pada psikiater juga akan sangat membantu. Selain itu, keluarga dekat juga bisa menjadi bantuan yang efektif dengan memberitahu orangtua anak tersebut.

Gigi bisa memberikan gambaran secara menyeluruh kondisi kesehatan seseorang karena banyak penyakit di dalam tubuh berawal dari kondisi gigi. Sebagian besar dari kita sering menganggap sepele terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak yang bisa timbul dari penyakit ini membuat sebagian dari kita kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut.

Apa yang terjadi jika kesehatan gigi dan mulut tidak diperhatikan?

1. Karies gigi
Karies gigi merupakan sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang.

2. Gingivitis
Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang disebabkan oleh kurangnya perawatan kebersihan gigi dan gusi. Akibatnya terjadi penumpukan plak yang menyebabkan iritasi pada gusi.

3. Periodontitis
Jika radang gusi dibiarkan dan tidak ditanggulangi, maka akan terjadi periodontitis. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri tersebut memasuki kantong-kantong yang ditimbulkan gingivitis, selanjutnya akan merusak gusi, lama-kelamaan gigi bisa menjadi lepas. Pengobatan periodontitis diperlukan operasi untuk mencegah kekambuhan kembali.

4. Halitosis
Halitosis atau lebih dikenal dengan bau mulut terjadi karena adanya bakteri yang berkembang akibat makanan yang tertinggal di dalam mulut, di sekitar celah-celah gigi, kerongkongan, langit-langit, sekitar lidah dan gusi.

Selain masalah di atas, kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh berbagai kondisi penyakit. Adanya bakteri dalam mulut yang berasal dari infeksi pada gusi dapat menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Bakteri dapat masuk ke dalam peredaran darah yang nantinya bisa menyebabkan infeksi di jantung (endokarditis) ataupun terjadi pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang akan berakhir pada penyumbatan pembuluh darah dan stroke.

Gusi yang bermasalah juga dikaitkan dengan kelahiran bayi prematur dan dengan berat badan rendah. Keadaan gigi yang mudah tanggal sebelum umur 35 tahun juga merupakan faktor risiko dari penyakit Alzheimer/pikun. Komplikasi yang relatif banyak terjadi akibat infeksi gigi adalah gangguan mata. Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri, khususnya pada bagian atas kelopak mata. Hal itu terjadi karena gigi dan mata memiliki induk saraf yang sama. Seseorang juga bisa mengalami sakit kepala akibat kelainan pada struktur rongga gigi.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

  1. Bersihkan/sikat gigi secara teratur. Waktu menyikat gigi yang tepat adalah setiap habis makan dan sebelum tidur malam selama kurang lebih 2 menit, dengan 5-10 kali gerakan untuk setiap bagian.
  2. Usahakan untuk berkumur dengan air putih setelah makan. Tunggu satu jam, lalu mulailah menggosok gigi.
  3. Bila menggosok gigi dilakukan sesaat setelah makan, maka akan berakibat menipisnya enamel gigi yang akan menambah kerapuhan gigi.
  4. Gunakan sikat gigi yang sesuai. Pilihlah jenis bulus ikat yang halus dan juga mampu menjangkau gigi hingga ke sela-sela. Ganti sikat gigi setiap 3 atau 4 bulan sekali.
  5. Gunakan pasta gigi yang mengandung floride. Langkah ini tepat untuk mencegah semakin luasnya lubang gigi.
  6. Hindari jenis makanan yang tinggi akan kandungan karbohidrat karena mudah menempel padagigi. Pilihlah jenis makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi air liur karena baik untuk kesehatan mulut.
  7. Periksakan gigi secara rutin (6 bulansekali) ke dokter gigi.

By: Kak Seber

Apa yang Membuat Kita Tidak Berbahagia?

  1. Karena menggunakan ukuran kesempurnaanku untuk orang lain yang membuat kita tidak pernah puas. Walau kita sadari, aku pun tidak pernah bisa mencapainya.
  2. Karena terlalu banyak keinginan, meskipun kita tahu bahwa diriku terbatas untuk memenuhi semuanya. Selain itu banyak keinginan membuat kita tidak fokus pada tujuan hidup di dunia ini.

Paham Keselamatan yang Memberi Ruang Gerak kepada Allah untuk Bertindak (Mrk 10 : 17 – 27)

Orang beriman Katolik hari ini berusaha memahami dengan benar apa arti sikap beragama dan Kerohanian. Sikap beragama merupakan upaya manusia mendekat kepada Allah. Sikap beragama yang tulus dapat membawa ke hidup kekal dan membuka dimensi keramat dalam kehidupan, tetapi belum membawa orang betul-betul merasakan nikmat dan hikmatnya Yang Keramat.

Tuhan sendirilah yang bakal membawa orang kepadaNya. Itulah Kerohanian sejati atau kesempurnaan yang merupakan anugerah Allah berupa kehadiranNya dalam diri manusia. Karya Allah dalam diri manusia dan manusia merasa puas ada bersama Tuhan.

Kalau begitu siapa bakal selamat? Atau yang mengalami keselamatan? Demikian paham para murid tentang keselamatan yaitu mengalami “Syalom” atau “Kedamaian”. Pandangan ini termasuk dalam sikap beragama (menggereja, berkomunitas dan lain sebagainya) tidak berada dikawasan kerohanian. Akibatnya cepat lambat orang merasa macet jenuh dan tidak mendapat inspirasi. OKI diperlukan penawar paham keselamatan yang memberi ruang gerak pada Allah yang bertindak menolong orang orang yang membutuhkan pertolonganNya. Sebagai contoh Mazmur 15

15:1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
15:4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
15:5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bagi sang pertapa, tinggal bersama Tuhan di kediamanNya ialah pengalaman rohani menikmati hikmatnya berada di dekat Allah. Pengalaman rohani tidak mudah diabstraksikan menjadi paham damai atau paham keselamatan begitu saja. Ayat-ayat selanjutnya menyebutkan macam-macam prilaku yang menjadi petunjuk jalan masuk ke kediaman Tuhan. Semuanya termasuk sikap beragama yang terarah menuju ke sempurnaan rohani yaitu tinggal bersama Tuhan di kediamanNya.
Jadi petapa ingin tahu bagaimana caranya agar orang bisa berada bersama dengan Tuhan karena itulah kepuasannya. Tetapi orang yang menemui Yesus tadi mencari kepastian bagaimana bisa menikmati hidup kekal. Baginya berada dengan Tuhan mengikuti Yesus, bukan sumber kepuasannya

Bagi Allah Semua Dapat Terjadi

Injil hari ini memuat pernyataan Yesus berupa kiasan bahwa “lebih mudah bagi seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Memang bagi manusia tidak mustahil, namun Bagi Allah semuanya bisa terjadi

Manusia tidak bisa dengan usahanya sendiri (sikap beragama belaka) mencapai kesempurnaan, bisa mencapainya kalau Allah membawanya ke sana.

Selain itu kita para murid diminta peduli secara mendalam untuk mengasihi sesama yang senasib sepenanggungan dengan segala kesulitan dan hasrat serta cita-citanya dan bukan memperlakukan orang lain dengan cara seperti kita memperlakukan diri kita sendiri. Dan Menumbuhkan kepedulian ini menjadi jalan hidup kekal.

By: Rm. Samuel

Sejak bulan Juli 2012, penulis harus berpisah dengan keluarga di Cikarang, dan mencari nafkah di Kota Wali, Demak, Jawa Tengah. Pada awalnya memang terasa berat, tapi kemudian, ternyata penulis mendapatkan beberapa pengalaman baru dan pelajaran hidup yang penulis pikir ada baiknya bila dibagikan kepada banyak orang. Salah satunya adalah pelajaran hidup yang penulis dapatkan dari seorang ibu tua penjual amplop di depan kantor pos besar Semarang.

Kejadian ini belum lama, tepatnya tanggal 3 November 2012 yang lalu. Kisahnya berawal saat penulis berniat mencari sebuah kantor pos karena harus mengirimkan sebuah gadget game NDS bagi anak tercinta di Cikarang. Siang itu, saya langkahkan kaki menuju kantor Pos Besar Semarang yang berada di Jalan Pemuda. Tepat di depan pintu kantor pos, berjajar beberapa kios yang menjual amplop dan beberapa benda pos lain. Kebetulan saya memang membutuhkan amplop coklat untuk membungkus paket yang akan saya kirim. Entah kenapa, hati saya kemudian menggiring kaki ini menuju kios yang dijaga oleh seorang ibu yang sudah tua.

Saya kemudian memilih sebuah amplop coklat besar, dan memasukkan paket saya ke dalamnya, sembari bertanya kepada si Ibu, “pinten niki Bu (Berapa harganya Bu)?” Si Ibu menjawab “setunggal ewu (seribu)”. Tangan saya pun mengambil dompet hendak membayarnya, namun si Ibu berkata “nopo mboten kagengen toh (apa itu tidak kebesaran)?” Saya tertegun mendengar perkataan si Ibu, belum sempat saya berkata lagi, tangan si Ibu tua sudah bergerak memilihkan amplop coklat yang lebih kecil yang ternyata lebih pas untuk paket saya. “Nek niki sangang atus (kalau yang ini sembilan ratus).” Saya pun mengangguk, si Ibu tua kemudian memasukkan paket saya ke dalam amplop coklat itu, kemudian berkata “kulo lem nggih ben rapet (saya lem ya biar rapat).“ Saya pun kembali tertegun, tapi tidak sampai di situ, si Ibu kemudian melanjutkan,“kulo isolasi nggih (saya selotip ya).“ Sambil meraih selotip bening miliknya dan merekatkan amplop saya. Setelah itu, ia memberikan paket saya yang sudah terbungkus rapi itu kepada saya. Saya pun menerimanya dan bertanya,“pinten Bu (berapa Bu)?“ Si Ibu menjawab,“sangang atus (sembilan ratus)“ Saya kembali tertegun dan menyodorkan uang seribu rupiah kepada si Ibu. Si Ibu kemudian hendak mengembalikan seratus rupiah kepada saya, namun saya tolak. Waktu saya melangkah pergi, tak lupa Ibu itu berkata,”matur nuwun Mas (terima kasih Mas)”.

Si Ibu tua penjual amplop yang saya temui siang itu, telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Sebagai seorang marketing, dia adalah marketing hebat. Dia fokus kepada pelanggan (focus to customer), mengerti apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Ia tidak berusaha mencari keuntungan besar dengan memanfaatkan ketidaktahuan pelanggannya. Ia menawarkan amplop yang lebih sesuai dengan kebutuhan saya, walau itu artinya ia hanya menjual barang yang lebih murah dengan keuntungan yang mungkin lebih kecil. Dia tidak peduli hal itu, yang penting, itu yang dibutuhkan pelanggannya.

Bukti lain bahwa dia adalah marketing hebat adalah dia memberikan lebih dari yang pelanggannya harapkan (exceeding customer expectation). Ia tahu pelanggannya hanya ingin beli amplop, tapi si Ibu memberikan pelayanan lebih (secara gratis) yaitu memberikan lem dan selotip pada amplop saya. Itu artinya dia memberikan dari barang pribadinya (yang tidak dijual) secara gratis, yang kalau dihitung secara ekonomi, berarti mengurangi keuntungannya. Tapi si Ibu tidak peduli, yang dipentingkan adalah memberi pelayanan terbaik kepada pelanggannya.

Terus terang, kalau saja saya adalah Menkominfo atau Meteri BUMN, mungkin Ibu ini yang saya angkat sebagai direktur PT Pos. Dia memberi pelayanan terbaik untuk pelanggannya tanpa itung-tungan. Sebagai pelanggan saya puas, dan saya punya keinginan kuat untuk kembali lagi ke Ibu tua itu, bila kelak membutuhkan benda-benda pos. Saya malah merasa menyesal “hanya” memberikan tips sebesar seratus rupiah untuk pelayanannya itu. Mestinya saya berikan dua ribu rupiah, karena itu setimpal dengan pelayanannya.

Dari kacamata iman, saya merasa Ibu tua itu telah mengajarkan pada saya apa yang disebut sebagai kepedulian. Peduli terhadap sesame itu ternyata tidak memandang status dan level ekonomi. Walau saya berasal dari golongan ekonomi yang (mungkin) lebih tinggi dari Ibu tua itu, namun dia tidak memanfaatkan keadaan. Dia tidak mendorong saya untuk membeli barang yang lebih mahal (walau saya tidak keberatan), dan memberikan barang yang lebih murah dan lebih sesuai. Dia juga tidak segan “mensubsidi” saya dengan lem dan selotip pribadinya, walau saya tidak meminta. Mungkin yang ada dalam pikirannya, paket saya harus rapi dan aman. Walau begitu si Ibu tidak merasa rugi. Wow!!

Dalam dunia nyata, banyak orang yang berlomba mengejar untung sebesar-besarnya. Banyak pedagang yang membujuk pelanggannya agar membeli dagangannya yang lebih mahal, walau dia tahu dengan yang lebih murah pun sudah cukup memenuhi kebutuhan pelanggannya. Banyak dari kita juga yang selalu menghitung untung-rugi dari apa yang akan kita berikan. Boleh memberi, asal jangan sampai mengurangi kenikmatan kita sendiri. Ada umat yang berhenti sementara menjadi orang tua asuh di lingkungannya karena harus membayar iuran gereja yang bertubi-tubi, mulai dari kolekte, gopek sehari, dua puluh ribu sehari, dan iuran Paskah. Umat itu tidak mau mengurangi anggaran belanjanya di mal, dan menganggap yang dikeluarkan untuk gereja sudah cukup.

Sering pula terjadi kita enggan mempedulikan atau membantu orang lain yang lebih tinggi jabatan atau tingkat ekonominya. Kita sering beralasan, rugi lah membantu dia, sama aja menggarami lautan, atau rugi lah, kita sendiri juga punya masalah sendiri, dan berbagai alasan lain.

Si Ibu tua penjual amplop telah mengajarkan kepada saya memberikan kepedulian kepada sesama tanpa memandang golongan dan status sosial. Peduli harus diberikan dengan ikhlas tanpa menghitung untung rugi dan mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Terima kasih Ibu tua…..

By: Catiarso Nugroho Widi

Berpegang pada Prinsip Hidup di Hadapan Allah: Apa yang Dipersatukan Allah Tidak Boleh Diceraikan Manusia (Mrk 10 : 2 – 12)

Boleh atau tidak suami menceraikan isterinya? Bisa menurut hukum Taurat dengan surat cerai, diserahkan kepada dan diterima isterinya. Isterinya bisa menikah lagi dengan sah. Tetapi apabila suaminya yang baru menceraikannya atau meninggal, maka mantan suami yang terdahulu tidak boleh menikahinya kembali (Ulangan 24 : 1 – 4) sebab hal itu adalah kekejian di hadapan Tuhan. Menurut Yesus hukum itu diadakan karena ketegaran hatimu = ketidakmampuan orang mengenali keramatnya perkawinan sendiri yakni menyatakan kesatuan yang sejak awal dikehendaki yang mahakuasa antara suami isteri. Memang pembicaraan ini menyangkut tataran hukum/agama yang berlaku di masyarakat Yahudi. Sedangkan Yesus berbicara mengenai tataran batin yang mengajak orang untuk melihat perkawinan sebagai tanda menjalankan kemauan Ilahi. Manusia diciptakan laki perempuan setara satu sama lain menjadi penolong yang setara. Prinsip teologis yang mendasari pendapat Yesus bahwa Pencipta menjadikan lelaki dan perempuan agar mereka bersatu dan janganlah hubungan yang dikehendaki Tuhan dipisahkan. Itulah prinsip hidup dihadapan Allah yang ditawarkan kepada para murid.

Selain itu pada jaman Yesus berlaku hukum Romawi yang dimungkinkannya menceraikan dari kedua pihak, baik dari pihak suami maupun isteri. Sedangkan Gereja pada jaman sekarang ini menyadari bahwa perkawinan sebagai sakramen kesatuan yang dikehendaki Pencipta sendiri (mendasari hukum Gereja mengenai perkawinan): apa yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia.

Hubungan suami isteri dapat menunjukkan sesuai dengan apa yang dikehendaki Pencipta bila dijalani dengan sikap tulus dan lugu seperti anak-anak (Mrk 10 : 13 – 16). Sikap lugu dan polos sebagai anak-anak tadi mendatangkan berkat. Berkat inilah yang menjaga kelanggengan hubungan tadi.

By: Rm. Samuel

Bila orang tua melihat anaknya tumbuh di hadapannya, sepertinya baru saja kemarin anak-anaknya belajar merangkak, berjalan, dan menyusuinya, dan sekarang mereka telah duduk di bangku sekolah, terlibat berbagai aktivitas, berteman, dan belajar untuk menjadi lebih mandiri. Orang tua kita dari generasi sebelumnya telah mengatakan bahwa dari saat manusia dilahirkan, kita semua belajar untuk melepaskan diri. Ini artinya strategi menjadi orang tua harus berubah. Sebagaimana anak-anak tumbuh, berkembang, belajar, dan menjadi dewasa, begitu juga peranan orang tua.

Ketika anak tumbuh semakin dewasa, Anda akan melihat mereka memiliki kepribadian dan tempramen yang unik. Mungkin secara tidak sadar mengubah kembali kemampuan Anda sebagai orang tua, menyesuaikan dengan kebutuhan si anak. Semakin banyak anak yang Anda miliki maka semakin banyak pula strategi yang harus anda terapkan untuk mengatasi kebutuhan anak. Beberapa anak mungkin membutuhkan bimbingan dan merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri, sehingga orang tua menjadi terbiasa memberikan bimbingan, pengarahan, contoh, dan dorongan yang dibutuhkan anak untuk melalui masa-masa kecilnya sambil memberikan dorongan agar anak dapat menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan pujian untuk memotivasi dan membangun rasa percaya dirinya. Sementara anak-anak lainnya secara alami memiliki motivasi dan tidak membutuhkan bimbingan atau pengarahan dari orang tuanya. Meski Anda mengajari dan mendorong anak untuk menjadi pribadi yang mandiri, akan sangat penting bagi Anda untuk mengajarkan dan mendorong anak untuk meminta bantuan jika diperlukan dan tetap memberi pujian terhadap segala perbuatan baik yang dilakukan anak.

Hal terpenting agar dapat menjadi orang tua yang sukses adalah dengan memekakan mata dan telinga kita. Kita harus melihat apa yang terjadi pada anak-anak dan mendengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan pada kita. Penting sekali bagi orang tua untuk mendorong anak-anaknya untuk melakukan semua hal yang dapat mereka lakukan sendiri sambil orang tua mengawasi dan ada jika mereka membutuhkannya. Seorang anak mungkin tidak membutuhkan orang tuanya untuk terlibat langsung dengan masalah sekolahnya untuk memastikan anak-anaknya berhasil secara akademis. Tapi mungkin anak-anak akan membutuhkan orang tuanya untuk lebih terlibat dalam kehidupan sosialnya karena mungkin mereka merasa sedikit gugup atau bahkan takut jika bertemu orang-orang baru dari luar lingkungan keluarganya.

Jadi, yang perlu digarisbawahi adalah: ketika anak tumbuh semakin dewasa, maka strategi Anda pun sebagai orang tua harus berubah. Bukalah mata dan telinga Anda terhadap setiap permasalahan yang dihadapi buah hati dan berkomunikasilah dengan jujur dan terbuka, maka anda dan anak akan dewasa bersama-sama.

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.